syafakillah syafakallah "Diriku bukanlah Sesiapa"
00.22
Bismillahirahmanirrahiim ...
Syafakallah/Syafakillah
Sejak kebelakangan ini, banyak sahabat yang diuji dengan ujian kesehatan termasuk saya sendiri :D
.."Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman"1.
"semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya."
(doa ini saya belajar dari watak Fahri dalam novel AAC ..)
betapa malunya saya yang masih mengeluh dan meronta ketika sakit datang pada saat itu, Allah memang maha ar-Rahman ar-Rahim...
Kecintaan Allah yang selalu tercurahkan.. masyaAllah Agungnya Diri Mu..
Banyak hal yang tak terduga terjadi dalam hidup kita. Ianya meniti dari tiap saat dan menit yang terjadi sama ada kita sadari atau tidak. Sakit dan kematian yang hadir tanpa di undang dan tidak terduga. Dalam sehari bermacam berita yang kita terima yang menggembirakan dan tidak kurang yang menyedihkan.
Sakit atau musibah yang datang adakalanya ringan dan ada kalanya berat. Bergantung kepada kekuatan diri individu. Sebagai ujian dari Allah mengikut kemampuan kita.
saya teringat saat pengajian..
Sakit dan musibah juga dianggap sebagai kaffarah terhadap dosa - dosa yang telah dilakukan. Sahabat nabi amat risau jika tidak sakit kerana bimbang Allah tidak menyayangi mereka. Tetapi, kita hari ini sebolehnya menolak kesakitan dan musibah yang datang. Mudahnya kita mengeluh, berputus asa, bersedih yang keterlaluan dan lain -lain lagi.
Datangnya sakit atau musibah lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT. Pada waktu itulah kita ingat Allah. Menyebut -nyebut namanya. duh.. rasanya nyesel banget dan malu saat itu....
Kerap berdoa kepada-Nya. Maka di sinilah perlunya syukur atas nikmat Sehat yang Allah berikan. Syukur itu diterjemahkan melalui penambahan amal ibadah serta perkara - perkara yang diridhai-Nya.
Kita telah diajar untuk mengamalkan doa untuk kesehatan yaitu:
"Ya Allah sihatkanlah penglihatanku, pendengaranku dan tubuh badanku..."
Syafakallah/Syafakillah
Sejak kebelakangan ini, banyak sahabat yang diuji dengan ujian kesehatan termasuk saya sendiri :D
.."Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman"1.
"semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya."
(doa ini saya belajar dari watak Fahri dalam novel AAC ..)
betapa malunya saya yang masih mengeluh dan meronta ketika sakit datang pada saat itu, Allah memang maha ar-Rahman ar-Rahim...
Kecintaan Allah yang selalu tercurahkan.. masyaAllah Agungnya Diri Mu..
Banyak hal yang tak terduga terjadi dalam hidup kita. Ianya meniti dari tiap saat dan menit yang terjadi sama ada kita sadari atau tidak. Sakit dan kematian yang hadir tanpa di undang dan tidak terduga. Dalam sehari bermacam berita yang kita terima yang menggembirakan dan tidak kurang yang menyedihkan.
Sakit atau musibah yang datang adakalanya ringan dan ada kalanya berat. Bergantung kepada kekuatan diri individu. Sebagai ujian dari Allah mengikut kemampuan kita.
saya teringat saat pengajian..
Sakit dan musibah juga dianggap sebagai kaffarah terhadap dosa - dosa yang telah dilakukan. Sahabat nabi amat risau jika tidak sakit kerana bimbang Allah tidak menyayangi mereka. Tetapi, kita hari ini sebolehnya menolak kesakitan dan musibah yang datang. Mudahnya kita mengeluh, berputus asa, bersedih yang keterlaluan dan lain -lain lagi.
Datangnya sakit atau musibah lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT. Pada waktu itulah kita ingat Allah. Menyebut -nyebut namanya. duh.. rasanya nyesel banget dan malu saat itu....
Kerap berdoa kepada-Nya. Maka di sinilah perlunya syukur atas nikmat Sehat yang Allah berikan. Syukur itu diterjemahkan melalui penambahan amal ibadah serta perkara - perkara yang diridhai-Nya.
Kita telah diajar untuk mengamalkan doa untuk kesehatan yaitu:
"Ya Allah sihatkanlah penglihatanku, pendengaranku dan tubuh badanku..."
Jadilah definisi diri yang kuat.
Kuat dalam segala apapun !
jazakkumullah khairan ya sahabat !
Paragraf Kemerdekaan
15.49oh indonesia
69 tahun telah
berlalu.
dalam gema yang mendekap jiwa
naungan mata yang berkobar..
ku petik dari nur cahyamu duhai pahlawan.
berkibar semangat pejuang ,
dalam gema yang mendekap jiwa
naungan mata yang berkobar..
ku petik dari nur cahyamu duhai pahlawan.
berkibar semangat pejuang ,
Puluhan tahun kau
menderu, menjajaki ancang –ancang
menggenggam merah putih
oh.. bangsaku...
merah putih yang lahir di dalam dada
bambu runcing yang menjadi tiang di jiwa
hempas...
ajulah Pahlawan
ajulah tak gentar
menggenggam merah putih
oh.. bangsaku...
merah putih yang lahir di dalam dada
bambu runcing yang menjadi tiang di jiwa
hempas...
ajulah Pahlawan
ajulah tak gentar
Masa demi masa..
akankah menjadi aksara?
yang hanya menebar di depan panca indra
dan alih menjadi hisapan semata
Pahlawan yang tak gentar.
berkobarlah semangat bangsa.
tetes demi tetes mendekap.
tanda tak matinya akan pengorbananmu.
hingga gema masih terdengar dalam naluriku.
semangat yang tak kunjung padam darimu.
yang hanya menebar di depan panca indra
dan alih menjadi hisapan semata
Pahlawan yang tak gentar.
berkobarlah semangat bangsa.
tetes demi tetes mendekap.
tanda tak matinya akan pengorbananmu.
hingga gema masih terdengar dalam naluriku.
semangat yang tak kunjung padam darimu.
akseptor akil
Indonesia
Tersusun rapi dan ku
terapkan dalam diri dan Nurani
Salam Jurnalis Realiable SMANSAMORE
Derishoci
27 Juli 2014
20.56
meski sayup sayup mata yang belum kandas aku tahan, ku paksakan untuk memotret lagi, sekali lagi. hingga hamparan yang kuning tadi berubah pudar dan hijau hingga cerah menyelimuti. tak tahan rasanya menghirup hawa yang masih terasa dingin seperti di Kutup. tak terasa ramadan segera tidur lagi, dan ied pun datang
menyapa kembali.
TERMOMETER SENJA
berskala derajat senja
berkedip hingga merona
tak sedikitpun angin mendera dera
serlingan potret yang masih ada
tak kandas, tak lekang
hingga fajar menyingsing pula
aku diam dideretan senja
puluhan hektar yang menjadi buta
tempramen yang sunyipun ikut jua
termometer senja
kalibaru, 10:50 WIB
akhir sajak senjamu
08.12
Berharap Senja yang mungkin tak bisa lagi aku ucapkan, Hay.. apa kabarmu disana? mudah-mudahan kesehatan yang berkah selalu berada pada dirimu.
aku masih belum beranjak dari semua pemikiran itu. sungguh aku belum tahu benar, ini adalah fikiran atau sebuah rasa dari hati yang mendalam, atau hanya lesat bagai cayaha yang hanya singgah. tapi sampai saat ini senjamu masih ada. maafkan segala kesalan yang aku perbuat. mungkin aku terlalu tak membuat keadaan yang begitu nyaman didirimu.
yah... semua adalah rahasia Allah semata jawabannya. dimana saatnya kita harus menelan pahit - pahit atau kita menelan terlalu manis hingga terasa pahit. sahabatku yang dimuliakan Allah, kita adalah ibrat surat yang mungkin Allah sampaikan kepada antar umat sesamanya, secara langsung Allah sudah berencana dengan sebaik baiknya, terkadang hati merasa pilu dan resah dengan apa yang tak seharusnya kita inginkan, tapi sadarlah ini memang kenyataannya. kita tak mungkin tahu apa yang sudah di tulis di lauh mahfutz, usaha yang membara akan mengantarkan kita pada suatu yang lebih rasional lagi, bahkan akan menumbuhkan hal baru yang akan lebih baik lagi. dari sini kita akan memulai dan terus berjuang untuk terus tak menoreh ke belakang untuk masa depan.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
ku torehkan senja di pelupuk mata
hamparan hijau menguning begitu saja
dekapan senja mulai merrona
dibalik senyum senjamu, aku berkaca
tak hilangnya nyaliku untuk berkata
di hamparan senja..
