My Diary.
to Share my Life Events
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Embun di kala senja dengan bintik merah merona

Beribu kali aku tak sempat lagi memijakkan kaki dan tanganku di hadapanmu. Hati merasa gundah, mata begitu gelap, nadi berkelelahan, dan perut terisak.
Ketika langit mulai senja kembali. Nur yang saat itu masih manja dalam buayan sang bunda.
Kini ia trlah dewasa menjadi wanita muslimah yang taat akan cinta pada agamanya karena itu ia di panggil ustadzah pada sore itu. Bacaan mahroj begitu jelas, waqof yang begitu tegas, lugas dan mudah di pahami.
  Tahun ini ia memiliki kehidupan baru yang menjadi tonggak menuju jannahnya. Ya kini ia menjadi seorang istri dari seorang lelaki yang sederhana, tak begitu tanpan wajahnya. Suatu hari Nur mendapati tamu di rumahnya tamu tersebut tak lain adalah teman kecilnya dahulu Liha, tamu wanita itu membawa seorang anak lekakinya. Diketuknya pintu rumah nur.
"Assalamu alaykum, tok.. tok.." 
"Waalaykumu salam, siapa? " sahut nur di belakang pintu itu.
"Aku liha, nur bukalah pintunya"
"maaf Dengan siapa kau datang?" Tanya nur lagi tanpa membukakan pintu untuk liha.
" aku bersama qisam anak ku"
" maaf , dtng lah besok lagi aku belum izin kepada suamiku, untuk menerima tamu lelaki di rmhku".

Bersambung.....

Cici Dwi Risqiana Cici Dwi Risqiana Author

Poster Area muslimah

Terimakasih Tugas TIK 
Alhamdulilah Selesai

Cici Dwi Risqiana Cici Dwi Risqiana Author

syafakillah syafakallah "Diriku bukanlah Sesiapa"

Bismillahirahmanirrahiim ...

Syafakallah/Syafakillah 

Sejak kebelakangan ini, banyak sahabat yang diuji dengan ujian kesehatan termasuk saya sendiri :D 

.."Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman"1.
"semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya."
(doa ini saya belajar dari watak Fahri dalam novel AAC ..) 

betapa malunya saya yang masih mengeluh dan meronta ketika sakit datang pada saat itu, Allah memang maha ar-Rahman ar-Rahim...

Kecintaan Allah yang selalu tercurahkan.. masyaAllah Agungnya Diri Mu.. 


Banyak hal yang tak terduga terjadi dalam hidup kita. Ianya meniti dari tiap saat dan menit yang terjadi sama ada kita sadari atau tidak. Sakit dan kematian yang hadir tanpa di undang dan tidak terduga. Dalam sehari bermacam berita yang kita terima yang menggembirakan dan tidak kurang yang menyedihkan.
Sakit atau musibah yang datang adakalanya ringan dan ada kalanya berat. Bergantung kepada kekuatan diri individu. Sebagai ujian dari Allah mengikut kemampuan kita.  

saya teringat saat pengajian..


Sakit dan musibah juga dianggap sebagai kaffarah terhadap dosa - dosa yang telah dilakukan. Sahabat nabi amat risau jika tidak sakit kerana bimbang Allah tidak menyayangi mereka. Tetapi, kita hari ini sebolehnya menolak kesakitan dan musibah yang datang. Mudahnya kita mengeluh, berputus asa, bersedih yang keterlaluan dan lain -lain lagi.


Datangnya sakit atau musibah lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT. Pada waktu itulah kita ingat Allah. Menyebut -nyebut namanya. duh.. rasanya nyesel banget dan malu saat itu....

Kerap berdoa kepada-Nya. Maka di sinilah perlunya syukur atas nikmat Sehat yang Allah berikan. Syukur itu diterjemahkan melalui penambahan amal ibadah serta perkara - perkara yang diridhai-Nya.

Kita telah diajar untuk mengamalkan doa untuk kesehatan yaitu:
"Ya Allah sihatkanlah penglihatanku, pendengaranku dan tubuh badanku..."



Jadilah definisi diri yang kuat.
Kuat dalam segala apapun !

jazakkumullah khairan ya sahabat !
Cici Dwi Risqiana Cici Dwi Risqiana Author

Indahnya Kota Banyuwangi Festival Kuwung




.

Begitu Bangganya aku, Kau Banyuwangi..

Festival kuwung adalah pawai tahunan, yang menjadi etalase yang memamerkan keaslian Banyuwangi, baik kekayaan budaya, adat, maupaun potensi unggulan yang ditampilkan oleh perwakilan 24 kecamatan se Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak seribu orang peserta berpawai melintasi sepanjang jalan protocol sejauh 2 kilometer. Rutenya meliputi start dari depan kantor bupati Banyuwangi di jalan A. Yani, jalan PB. Sudirman, jalan Satsuit Tubun sampai finish di Taman Blambangan. Selain berbentuk parade berjalan, Festival Kuwung juga dikemas dengan parade mobil hias. Potensi local, seperti, kerajinan maupun destinasi wisata juga dikemas dalam festival kuwung. Kemeriahan semakin terasa dengan iringan music khas, seperti hadrah, kundaran, dan jaranan dalam festival budaya otentik Banyuwangi ini. Tempat : Kota Banyuwangi. Hati tanggal : Sabtu, 14 Desember 2013.
Seperti namanya, Kuwung yang dalam bahasa Indonesia berarti pelangi, begitu kaya dengan warna warni seni dan budaya Banyuwangi. Festival ini seolah menjadi sebuah ensiklopedia hidup dari seni dan budaya yang ada dan berkembang di Kabupaten
Memang, Banyuwangi didiami bermacam etnis, mulai dari suku Using-suku asli Banyuwangi, Bugis, Madura, Jawa, dan etnis lainnya. Uniknya, seni dan budaya dari semua etnis tersebut berkembang dengan baik dan berjalan beriringan. Keragaman budaya itu, membuat Banyuwangi menjadi miniatur Indonesia yang Berbhineka Tunggal Ika.
Festival Kuwung inilah yang menjadi wadah bagi masyarakat Banyuwangi untuk mengekspresikan budaya dan seni masing-masing. Sekitar 1.000 lebih seniman dan budayawan Banyuwangi berpartisipasi di acara yang juga sebagai penanda dimulainya perayaan Hari jadi Kabupaten Banyuwangi ke 242 ini. 
Mulai dari tari gandrung, tari seblang, gandrung marsan, gandrung wadon, kesenian jaranan Buto, Barong Ider Bumi, Barong Cokot, Barong Prejeng. Kesenian angklung paglak, angklung caruk, Janger, dan sederet seni budaya lainnya.
Tak ketinggalan, festival tahunan tersebut juga menampilkan penggalan kisah sejarah Banyuwangi masa lampau hingga perkembangan terkini yang berhasil diukir. Dari sejarah perlawanan rakyat Banyuwangi terhadap kolonial VOC hingga potensi wisata yang kini gencar dipromosikan.









nah.. itu dia pesta Rakyat Banyuwangi
Laros Usingan,. !
Umbul Umbul Blambangan.. !
Agung Wilis... !

Salam Student Jurnalist Realiable SMANSAMORE

Dwi Risqiana
Cici Dwi Risqiana Cici Dwi Risqiana Author

Pagi Wahai Fajar

selamat pagi sahabat....
Pagi yang Cerah
Pagi yang diawali dengan sejuta selimut embun
kebahagiana terus mewarnai, sujud syukurku ke persembahkan Hanya unutkMu..
tak sengaja aku melewati dan mau berapa di sini, kaki terarah untuk menikmati gurihnya pagi.
tak seperti biasa, aku berada disini, yang biasanya aku enggan untuk berada disini, mungkin aku hannya mampun untuk menikmatinya didepan teras saja.tapi kali ini aku tertarik untuk melangkahkan kaki sejengkal. SubhanaAllah Indanya KuasaMu.

ketika embunmu tak mampu lagi menggenggam..



Tak biasanya aku berapa dalam kesedihan yang mendalam..
mengapa kau hanya terpaku di masa lalu..
dan sebenarnya kau tahu..
tapi mengapa hatiku meragu..
lepas dengan hembus tengah hari..
yang membisikkanku untuk berdoa..
dengan lantunan suciNya
dengan bait yang sedap dihati dan telinga..

mataku terbangun...

bak lentera yang siap dihidupkan ketika gelap
hatiku bergetar ketika ku menyebut namaNya..
pagiku semakin melukis kedukaan.. kesenangan
yang mungkin bukan impian yang sebenarnya..
pagi yang menghujamkan seribu bahasa..

fajar..
mungkinkah kau setia menemaniku sampai akhir nanti...
biarkan aku bermimpi

dan..
aku masih mampu bermimpi.......
hingga aku terbangun dengan sendirinya.




#selamat pagi sahabat.. SALAM..

Dwi Risqiana

Cici Dwi Risqiana Cici Dwi Risqiana Author

DAKU BUKAN SESIAPA

♥ DAKU BUKAN SESIAPA ♥

♥ Daku bukan sesiapa.
♥ Daku memang bukan sesiapa.
♥ Daku hanya wanita biasa.
♥ Kadangkala bisa menangis jua.
♥ Ada kala bisa terluka.
♥ Ada cemburu melilit rasa.
♥ Malah ada masa rindu melanda.
♥ Seperti juga anda dia dia dan dia.
♥ Insan makhluk ciptaan yang Esa.
♥ Tidak ada bersifat sempurna.
♥ Daku bukan sesiapa.
♥ Hanya wanita biasa.
♥ Sering tersilap mudah terlupa.
♥ Ada salah berbuat dosa.
♥ Seperti juga anda dia dia dan dia.
♥ Insan makhluk ciptaan yang Esa.
♥ Tempat berkumpul salah dan dosa.
♥ Daku memang bukan sesiapa.
♥ Tetapi..
♥ Daku ingin menjadi sesuatu yang berharga.
♥ Sangat bermakna di dalam taqwa.

(^_^)V♥♥♥~*
http://sharifah-shakirah.blogspot.com/2013/02/daku-bukan-sesiapa.html 
Cici Dwi Risqiana Cici Dwi Risqiana Author

PUISI SEDERHANA "Sederhana Cinta Allah yang diCiptakan"

malam ini aku bagikan sebuah puisi.. iseng sih.. bismillah semoga bermanfaat ya.. para akhi dan ukhty pecinta puisi

risalah hati membujur, membeku dalam sayup mata yang padam.. 
namun hatiku terang...
jika cintamu hanya sekedar kata dan menghilang. dan tak mampu aku ibaratkan ,
tetap terasa indah walau sekejap dan bergaris semu.. yang mampu aku rasakan..
inilah cinta mu.. tak dapat aku ibaratkan tapi aku merasakan.
indahnya cinta yang kau berikan..

jika cintmu padam biarlah Allah yang menentukan..
jika cintamu tak dapat aku genggam
biarkan rasa ini bungkam..
biarlah aku mencintaimu, sampai aku tak dapat dan tak bisa harus mencintaimu lagi.
ku kabarkan kepada angin dan ku titipkan sebuah hembusan nafas ini untuk mengirimkan  segores pesan, dimana aku saat ini benar telah jatuh, jatuh hati padamu.

jika mata ini masih tak dapat melihat senyuman mu yang sesuungguhnya..
tak apa, aku cukup terpejam dan berdoa kepada Allah.
jika sebuah cintamu bukan sandaranku nanti.
aku tetap bahagia..
bisa merasakan....
CINTA..

#ea

salam...

Cici Dwi Risqiana Cici Dwi Risqiana Author

CERPEN (Bulu Pena kesayangan Abang Akmal)



BULU PENA KESAYANGAN ABANG AKMAL
“ Selamat pagi bapak Umar” Sambut Arifah Gadis cantik yang sedang berjalan untuk berangkat sekolah.
“selamat pagi Arifah” jawab bapak Umar dengan senyuman sahajanya.
“selamat pagi ibu – ibu “ sapanya lagi kepada ibu – ibu yang hendak pergi bekerja pagi itu
“pagi, Arifah” jawab ibu – ibu tersebut.
Begitulah Arifah gadis yang sopan, cantik, sholeha, dan ramah terhadap semua orang yang dia anggap patut untuk di hormati. Dengan sepeda mininya Ia berangkat sekolah dengan semangat. Arifah adalah anak yang berusia 15, ia anak terakhir dari dua bersaudara.
*
“Kringg...........!” Bel sekolahpu berbunyi ini awal Arifah masuk pada Sekolah Menengah Atas. Dia adalah murid baru di SMA Negeri 1 Kartini.
“Selamat pagi anak-anak. Bagaimana kabar kalian semoga sekola ini dapat menjadikan tempat belajar yang wow buat kalian semua” Sambut Ustad Hamzah
Pagi itu awal ia mendapat pembelajaran SMA yang sebelumnya di awali dengan massa orientassi siswa atau yang sering kita kenal dengan MOS. Pelajaran pertamanya adalah bahasa Indonesia Ini salah satu pelajaran kesukaaan Arifah di sekolah.
Hari – Hari di sekolah dinikmati Arifah dengan rasa semangat dengan penuh keihlasan. Arifah juga Hobbi bernyanyi, suaranya sangat merdu banyak orang dan teman – temannya terhibur ketika Arifah sedang bernyanyi. Lirik demi lirik, bait demi bait yang Arifah lontarkan seperti dibuat melayang, merinding, hanyut dalam syair lagunya, kata orang yang pernah mendengarkan Arifah menyanyi.
Tak terasa waktu menunjukkan jam 1 siang, waktunya untuk bergegas pulang dan bel sekolahpun berbunyi, menandakan waktunya untuk pulang.
*
Setibanya Arifah di rumah sederhanya yang nyaman dan asri Arifah langsung menyambut kakaknya yang pada saat itu menyapu di halaman rumah dan sedang memainkan bulu penanya di jarinya.
“Assalamualaikum abang Akmal”
“Walaikumsalah tuan putri Arifah Ananda tersayang” sambil menjulurkan bulu pena dengan telunjuknya pada hidung arifah
Akmal sosok kakak yang senantiasa untuk menjaga arifah yang sedang sedih maupun senang. Begitulah mreka sangat rukun dan mesra sebagai kakak dan adik perempuannya. Ia juga kakak yang menjadi panutan untuk Arifa. Mereka juga adalah dua bersaudara yang harmonis. Terlebih akmal yang senang sekali dengan dakwah islam melalui internet.
“Uh... bang Akmal ini aku kan udah besar masi saja dimanja.. Usil nih abang..” dengan mengerutkan dahi dan memanyunkan bibir.
“Arifah sayang, abang ini sayang sekali kepadamu, mana coba Arifah yang cantik? lihat tuu kerutan di dahimu seperti nenek – nenek saja yang sedang kehilangan tongkatnya.. hehe” gurau Akmal
“Ah.. abang becanda aja, abang akmal emang yang terbaik buat Arifah..”
Tetap saja Arifah terlihat manja dipandangan kakaknya dan juga kewajiban kakak untuk menjaga adiknya. Terlebih saat mereka kehilangan kedua orang tuanya 2 tahun yang lalu
*
Di meja makan yang dipenuhi makanan sederhana di terangi oleh penerangan lampu kuning yang biasanya ada di atas meja makan.
“bagaimana dengn sekolamu Arifah menyengkan bukan?”
“Alhamdulillah bang, menyenagkan sekali, apalagi sekolah ini kn sekolah favorit Arifah, Arifah juga banyak teman di sana.”
”Klining – klining” Bel Rumah berbunyi.
“Ada siapa ya Arifah..?”
“emb.. coba dilihat dulu bang.. siapa tahu tukang pos yang mengirimkan permintaan kakak untuk menjadi salah satu pendakwah di Internet yang di Jakarta itu keterima”
Ternyata dugaan Arifah benar surat lamaran abang Akmal di terima untuk menjadi pendakwah di Internet, akan tetapi abang akmal harus pergi ke Jakarta sekitar seminggu untuk memenuhi berkas – berkasnya. Ini membuat Akmal khawatir dengan Arifah yang nantinya Ia tinggalkan sendiri ke Jakarta walau hanya seminggu saja. Tetapi tetap kekhawatiran itu ada dalam diri Akmal.
“Abang.. gak perlu khawatir, Arifah akan baik – baik saja disini, kan Cuma seminggu ya bang.. Arifah kan sudah SMA jadi Abang gak perlu khawatir”
 “ Ini Arifah bulu pena kesayangan abang Akmal, abang titipin ke kamu percayalah Abang akan kembali untukmmu dan kembali untuk bulu pena ini juga, Abang akan terasa ada di samping Arifah walau abang ada di Jakarta jaga baik- baik ya Arifah”
Keesokan harinya Abang Akmal pergi ke Jakarta dan Arifah tinggal sendiri di rumahnya yang sederhana itu di Situbondo.
*
Setiap hari Arifah membawa bulu pena kesayangan abangnya itu kemana mana.
Ketika Arifah menyanyi bersama teman temannya di kelas pada waktu jam istirahat,tiba tiba bulu pena kesayangan abangnya jatuh saat ia memainkanya dan perasaan Arifah berubah menjadi khawatir dengan abangnya. Terlebih sudah satu minggu lebih satu hari abangnya belum juga pulang dari Jakarta.
Perasaan khawatirannya dirasa sampai pulang di rumah. Arifah berdoa ntuk keselamatan abangnya di Jakarta dan melaksanakan Sholat untuk ketenangan dirinya.
Kekhawatirannya masi ada sampai tiga hari setelah seminggu itu.Saat Arifah berada di sekolah ia mendapat sebuah kabar bahwa abangnya Ahmad Akmal ludin Ramadhan telah di sekap di Jakarta untuk kepentingan sebuah usaha ternama di Jakarta. Kini tempat itu di jaga ketat oleh para militer yang di bayar mahal untuk menjaga tempat itu agar tidak ada yang bisa melawan dan membebaskan Akmal dan rekan – rekanya di sana, perusahaan itu menyekap para cendikiawan untuk di perjual belikan ke luar negeri demi kepentingan perusahaan itu sendiri. Dengan hukum di Indonesia yang kurang tegas pada saat itu membuat banyak orang menjadi budak bagi para orang ber-uang.
Awalnya Arifah tidak percaya dengan kabar tersebut, lama – kelamaan kekhawatiran Arifah mengusik Arifah. Ia hanya seorang gadis lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk abangnya, apa lagi Arifah yang hanya bisa manja ke abangnya. Arifah menangis, berdoa, dan memohon untuk keselamatan Abangnya. Arifah menggengam erat dan memeluk bulu pena itu dengan nada sendu yang merindukan abang Ahmad Akmal Ludin Ramadhan.
“ Abang berjanji tidak akan meninggalkanku, aku yakin abang akan baik – baik saja, Arifah yakin” sampil menangis dan memegang bulu pena kesayangan abang Akmal.
*
Pagi itu Arifah bertekat untuk menyusul abangnya ke Jakarta setelah Ia mendapat alamat perusahaan itu dari Internet, dengan modal yang cukup dari uang celengan ayamnya ia memberanika diri untuk menyusul Abang Akmal. Sebelumnya Arifah tidak di perbolehkan untuk menyusul abangnya oleh warga dan tetangganya, tetapi dengan bantuan dari masyarakat luas hanya karna membaca keluh kesah Arifah di e-mail banyak orang yang simpati padanya. Dengan hukum yang kurang tegas di negeri ini Arifah bertekat untuk menyatukan warga yang susah akibat adanya perbudaan dan berniatan untuk menyelamatkan abangnya juga.
*
Siang itu juga mereka berangkat bersama - sama ke Jakarta bersatu untuk keadilan, Hak, dan kewajiban bersama. Dengan bekal tekat dan doa yang penuh mereka berangkat dengan menggunakan kereta.
Selama tiga hari lamanya akhirnya mereka sampai di Jakarta.
Bulu pena kesayangan Abang Akmal tetap menemani gadis cantik Arifah kemanapun ia pergi. Tepat jam 2 siang Arifah dan persatuannya menuju ke tempat perusahaan itu. Awalnya dilarang oleh sejumlah penjaga gerbang di sana. Akan tetapi Arifah dan kawanannya tidak menyerah dengan segampang itu.
Tiba – tiba bulu pena itu jatuh dan terbang menuju  ke tempat dimana abang Akmal di sekap. Arifah mendengar  suara Akmal yang kesakitan dengan siksaan yang ia dapat. Sebuah diding yang kokoh itu membatasi tubuh Arifah dan Akmal. Dan akhirnya  Arifah memanggil kawanannya untuk pergi ke tempat tersebut.
Dengan kekuatan bersama mereka besama-sama berusaha merobohkn diding itu, keringat yang mengucur derasnya tak membuat patah semangat seluruh orang – orang hebat itu, dengan bantuan orang- orang yang di sekap di dalam , lama kemudian tembok itu mulai goyah dan akhirnya dinding yang kokoh itu runtuh dan roboh dengan sendirinya. Alhasil semua pengorbanan yang di taruhkan berbuah manis semua orang yang tadi bersama Arifah akhirnya bertemu dengan kerabatnya masing – masing.
Arifah menangis dan memeluk abang akmal dengan erat. Kini kekhawatirannya terobati ia bertemu dengan abang kesayangannya.
“ bang Akmal, akhirnya engkau bisa bebas. Arifah khawatir bang.. “
“kini kau bukan gadis manja lagi Arifah kamu sudah membuktikan ke Abang bahwa kamu pemberanidan mampu membela keadilan. Abang bangga. Terimakasih Arifah”
Bulu pena sebagai simbol kekuatan mereka berdua bulu pena yang Indah dan berwarna putih bersih itu.
Akhirnya mereka berdua dipersatukan lagi dan bahagia  sebagai kakak dan adik yang rukun dan kesungguhan Arifah bisa membuat abangnya bebas dari sekapan seorang yang tidak bertanggung jawab.
THE eND


Cici Dwi Risqiana Cici Dwi Risqiana Author

total penayangan

Label

Categories

puisi (13) diary (12) inspirasi (8) cinta (3) APE (1) FisikMotorik Anak PAUD Kindergarten PlayGrub (1) dakwah (1)

Translate

Popular Posts

pengunjung

About Me

Foto saya
Mengidolakan RasulAllah Nabi Muhammad SAW. Terpesona akan senja dan terbitnya fajar, hingga menyukai jua rintik hujan yang bergema, Mencintai Banyuwangi, dan tulisan Memiliki sejuta mimpi.

LANTUNAN MUSIC

Followers