Paragraf Kemerdekaan
15.49oh indonesia
69 tahun telah
berlalu.
dalam gema yang mendekap jiwa
naungan mata yang berkobar..
ku petik dari nur cahyamu duhai pahlawan.
berkibar semangat pejuang ,
dalam gema yang mendekap jiwa
naungan mata yang berkobar..
ku petik dari nur cahyamu duhai pahlawan.
berkibar semangat pejuang ,
Puluhan tahun kau
menderu, menjajaki ancang –ancang
menggenggam merah putih
oh.. bangsaku...
merah putih yang lahir di dalam dada
bambu runcing yang menjadi tiang di jiwa
hempas...
ajulah Pahlawan
ajulah tak gentar
menggenggam merah putih
oh.. bangsaku...
merah putih yang lahir di dalam dada
bambu runcing yang menjadi tiang di jiwa
hempas...
ajulah Pahlawan
ajulah tak gentar
Masa demi masa..
akankah menjadi aksara?
yang hanya menebar di depan panca indra
dan alih menjadi hisapan semata
Pahlawan yang tak gentar.
berkobarlah semangat bangsa.
tetes demi tetes mendekap.
tanda tak matinya akan pengorbananmu.
hingga gema masih terdengar dalam naluriku.
semangat yang tak kunjung padam darimu.
yang hanya menebar di depan panca indra
dan alih menjadi hisapan semata
Pahlawan yang tak gentar.
berkobarlah semangat bangsa.
tetes demi tetes mendekap.
tanda tak matinya akan pengorbananmu.
hingga gema masih terdengar dalam naluriku.
semangat yang tak kunjung padam darimu.
akseptor akil
Indonesia
Tersusun rapi dan ku
terapkan dalam diri dan Nurani
Salam Jurnalis Realiable SMANSAMORE
Derishoci
27 Juli 2014
20.56
meski sayup sayup mata yang belum kandas aku tahan, ku paksakan untuk memotret lagi, sekali lagi. hingga hamparan yang kuning tadi berubah pudar dan hijau hingga cerah menyelimuti. tak tahan rasanya menghirup hawa yang masih terasa dingin seperti di Kutup. tak terasa ramadan segera tidur lagi, dan ied pun datang
menyapa kembali.
TERMOMETER SENJA
berskala derajat senja
berkedip hingga merona
tak sedikitpun angin mendera dera
serlingan potret yang masih ada
tak kandas, tak lekang
hingga fajar menyingsing pula
aku diam dideretan senja
puluhan hektar yang menjadi buta
tempramen yang sunyipun ikut jua
termometer senja
kalibaru, 10:50 WIB
akhir sajak senjamu
08.12
Berharap Senja yang mungkin tak bisa lagi aku ucapkan, Hay.. apa kabarmu disana? mudah-mudahan kesehatan yang berkah selalu berada pada dirimu.
aku masih belum beranjak dari semua pemikiran itu. sungguh aku belum tahu benar, ini adalah fikiran atau sebuah rasa dari hati yang mendalam, atau hanya lesat bagai cayaha yang hanya singgah. tapi sampai saat ini senjamu masih ada. maafkan segala kesalan yang aku perbuat. mungkin aku terlalu tak membuat keadaan yang begitu nyaman didirimu.
yah... semua adalah rahasia Allah semata jawabannya. dimana saatnya kita harus menelan pahit - pahit atau kita menelan terlalu manis hingga terasa pahit. sahabatku yang dimuliakan Allah, kita adalah ibrat surat yang mungkin Allah sampaikan kepada antar umat sesamanya, secara langsung Allah sudah berencana dengan sebaik baiknya, terkadang hati merasa pilu dan resah dengan apa yang tak seharusnya kita inginkan, tapi sadarlah ini memang kenyataannya. kita tak mungkin tahu apa yang sudah di tulis di lauh mahfutz, usaha yang membara akan mengantarkan kita pada suatu yang lebih rasional lagi, bahkan akan menumbuhkan hal baru yang akan lebih baik lagi. dari sini kita akan memulai dan terus berjuang untuk terus tak menoreh ke belakang untuk masa depan.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
ku torehkan senja di pelupuk mata
hamparan hijau menguning begitu saja
dekapan senja mulai merrona
dibalik senyum senjamu, aku berkaca
tak hilangnya nyaliku untuk berkata
di hamparan senja..
Monolog hati
06.07
Mungkinkah masih ada yang berperan sedemikian?
***
~saat pertama aku mengenalmu, merdu nian sikapmu, lembut nan anggung tuturmu, molek dan cantik paras taqwamu.
**
~saat pertama aku bertemu denganmu tersurai indah balutan tudungmu hingga mataku tak mampu untuk melihatnya.
*
~saat pertama hatiku merindumu, tak ada nyali untuk ku bertanya padamu, tentang apa yang mungkin kamu & aku rasakan.
TAPI SUNGGUH AKU TAK AKAN JATUH CINTA PADAMU !
Jangan sekali kali katakan
"Kau Jatuh cinta"
"Kau Jatuh cinta"
tangguhkan dan katakan pada Rabb mu
"Aku Bangun cinta"
"Aku Bangun cinta"
Syair Rindu Negeriku
15.40
Monolog: Keluar dari hiruk pikuk dan sulitnya ujian anak IPA itu sedikit membuat termelolongnya mata dan fikiran..
sahabat .... semoga kau selalu baik - baik saja..
sahabat .... semoga kau selalu baik - baik saja..
jika cahaya redup apa yang akan kau lakukan?
berkata?
bertindak?
bungkam?
siapakah dirimu yang begitu
siapakah sebenarnya....
siapakah sebenarnya....
****
ketika kian kelam ku dapati kau telah tenggelam disudut muara yang tak sampai pada samudra.
ku lihat kau semakin muram saat dirimu begitu terpejam
pikuk pun menghujam
apalah daya..
kau semakin muram..
semakin kelam..
akupun tak berdaya..
diriku terisak hebat , hingga kiloan meter bercucuran bah..
aku terdiam...
atau kau hanya ikut diam
atau ini yang sebenarnya kau idamkan?
oh negeriku...
kemana lagi bait indah dirimu?
dimana lagi syair merdu mu?
atau kau hanya terdiam dengan hitamnya kelam?
ku dengar suara bangsa..
satu dari seratus yang ku rasa..
dan kau negeriku...
#goodmorningKhuznudzon
ketika kian kelam ku dapati kau telah tenggelam disudut muara yang tak sampai pada samudra.
ku lihat kau semakin muram saat dirimu begitu terpejam
pikuk pun menghujam
apalah daya..
kau semakin muram..
semakin kelam..
akupun tak berdaya..
diriku terisak hebat , hingga kiloan meter bercucuran bah..
aku terdiam...
atau kau hanya ikut diam
atau ini yang sebenarnya kau idamkan?
oh negeriku...
kemana lagi bait indah dirimu?
dimana lagi syair merdu mu?
atau kau hanya terdiam dengan hitamnya kelam?
ku dengar suara bangsa..
satu dari seratus yang ku rasa..
dan kau negeriku...
#goodmorningKhuznudzon